Tumbukan
• Saturday Nov 15,2008 10:05 AM
• By san
• In Impuls dan Momentum
Pengantar
Dalam kehidupan sehari-hari, kita biasa menyaksikan benda-benda saling bertumbukan. Banyak kecelakaan yang terjadi di jalan raya sebagiannya disebabkan karena tabrakan (tumbukan) antara dua kendaraan, baik antara sepeda motor dengan sepeda motor, mobil dengan mobil maupun antara sepeda motor dengan mobil. Demikian juga dengan kereta api atau kendaraan lainnya. Hidup kita tidak terlepas dari adanya tumbukan. Ketika bola sepak ditendang David Beckham, pada saat itu juga terjadi tumbukan antara bola sepak dengan kaki Abang Beckham. Tampa tumbukan, permainan billiard tidak akan pernah ada. Demikian juga dengan permainan kelereng kesukaanmu ketika masih kecil. Masih banyak contoh lainnya yang dapat anda temui dalam kehidupan sehari-hari. Ayo dipikirkan…
Pada pembahasan mengenai momentum dan impuls, kita telah meninjau hubungan antara momentum benda dengan peristiwa tumbukan. Hukum Kekekalan Momentum yang telah diulas sebelumnya juga selalu ditinjau ketika dua benda saling bertumbukan. Pada kesempatan ini kita akan mempelajari peristiwa tumbukan secara lebih mendalam dan mencoba melihat hukum-hukum fisika apa saja yang berlaku ketika benda-benda saling bertumbukan.
JENIS-JENIS TUMBUKAN
Perlu anda ketahui bahwa biasanya dua benda yang bertumbukan bergerak mendekat satu dengan yang lain dan setelah bertumbukan keduanya bergerak saling menjauhi. Ketika benda bergerak, maka tentu saja benda memiliki kecepatan. Karena benda tersebut mempunyai kecepatan (dan massa), maka benda itu pasti memiliki momentum (p = mv) dan juga Energi Kinetik (EK = ½ mv2).
Nah, pada kesempatan ini kita akan mempelajari jenis-jenis tumbukan antara dua benda dan mencoba melihat hubungannya dengan Kekekalan Momentum dan Kekekalan Energi Kinetik. Napa yang ditinjau kekekalan momentum dan kekekalan energi kinetik-nya ? bukannya Cuma momentum dan energi kinetik ? yupz… maksudnya begini, ketika benda bergerak saling mendekati sebelum tumbukan, kedua benda itu memiliki Momentum dan Energi Kinetik. Yang menjadi persoalan, bagaimana dengan Momentum dan Energi Kinetik kedua benda tersebut setelah bertumbukan ? apakah momentum dan energi kinetik kedua benda ketika sebelum tumbukan = momentum dan energi kinetik benda setelah tumbukan ? agar dirimu semakin memahaminya, mari kita bahas jenis-jenis tumbukan satu persatu dan meninjau kekekalan momentum dan kekekalan energi kinetik pada kedua benda yang bertumbukan.
Secara umum terdapat beberapa jenis tumbukan, antara lain Tumbukan lenting sempurna, Tumbukan lenting sebagian dan Tumbukan tidak lenting sama sekali.
TUMBUKAN LENTING SEMPURNA
Tumbukan lenting sempurna tu maksudnya bagaimanakah ? Dua benda dikatakan melakukan Tumbukan lenting sempurna jika Momentum dan Energi Kinetik kedua benda sebelum tumbukan = momentum dan energi kinetik setelah tumbukan. Dengan kata lain, pada tumbukan lenting sempurna berlaku Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan Energi Kinetik.
Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan Energi Kinetik berlaku pada peristiwa tumbukan lenting sempurna karena total massa dan kecepatan kedua benda sama, baik sebelum maupun setelah tumbukan. Hukum Kekekalan Energi Kinetik berlaku pada Tumbukan lenting sempurna karena selama tumbukan tidak ada energi yang hilang. Untuk memahami konsep ini, coba jawab pertanyaan gurumuda berikut ini. Ketika dua bola billiard atau dua kelereng bertumbukan, apakah anda mendengar bunyi yang diakibatkan oleh tumbukan itu ? atau ketika mobil atau sepeda motor bertabrakan, apakah ada bunyi yang dihasilkan ? pasti ada bunyi dan juga panas yang muncul akibat benturan antara dua benda. Bunyi dan panas ini termasuk energi. Jadi ketika dua benda bertumbukan dan menghasilkan bunyi dan panas, maka ada energi yang hilang selama proses tumbukan tersebut. Sebagian Energi Kinetik berubah menjadi energi panas dan energi bunyi. Dengan kata lain, total energi kinetik sebelum tumbukan tidak sama dengan total energi kinetik setelah tumbukan.
Nah, benda-benda yang mengalami Tumbukan Lenting Sempurna tidak menghasilkan bunyi, panas atau bentuk energi lain ketika terjadi tumbukan. Tidak ada Energi Kinetik yang hilang selama proses tumbukan. Dengan demikian, kita bisa mengatakan bahwa pada peritiwa Tumbukan Lenting Sempurna berlaku Hukum Kekekalan Energi Kinetik.
Apakah tumbukan lenting sempurna dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari ? Tidak…. Tumbukan lenting sempurna merupakan sesuatu yang sulit kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Paling tidak ada ada sedikit energi panas dan bunyi yang dihasilkan ketika terjadi tumbukan. Salah satu contoh tumbukan yang mendekati lenting sempurna adalah tumbukan antara dua bola elastis, seperti bola billiard. Untuk kasus tumbukan bola billiard, memang energi kinetik tidak kekal tapi energi total selalu kekal. Lalu apa contoh Tumbukan lenting sempurna ? contoh jenis tumbukan ini tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang karena terjadi pada tingkat atom, yakni tumbukan antara atom-atom dan molekul-molekul. Istirahat dulu ah…
Sekarang mari kita tinjau persamaan Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan Energi Kinetik pada perisitiwa Tumbukan Lenting Sempurna. Untuk memudahkan pemahaman dirimu, perhatikan gambar di bawah.
< ![endif]-->
Dua benda, benda 1 dan benda 2 bergerak saling mendekat. Benda 1 bergerak dengan kecepatan v1 dan benda 2 bergerak dengan kecepatan v2. Kedua benda itu bertumbukan dan terpantul dalam arah yang berlawanan. Perhatikan bahwa kecepatan merupakan besaran vektor sehingga dipengaruhi juga oleh arah. Sesuai dengan kesepakatan, arah ke kanan bertanda positif dan arah ke kiri bertanda negatif. Karena memiliki massa dan kecepatan, maka kedua benda memiliki momentum (p = mv) dan energi kinetik (EK = ½ mv2). Total Momentum dan Energi Kinetik kedua benda sama, baik sebelum tumbukan maupun setelah tumbukan.
Secara matematis, Hukum Kekekalan Momentum dirumuskan sebagai berikut :
< ![endif]-->
Keterangan :
m1 = massa benda 1, m2 = massa benda 2
v1 = kecepatan benda sebelum tumbukan dan v2 = kecepatan benda 2 Sebelum tumbukan
v’1 = kecepatan benda Setelah tumbukan, v’2 = kecepatan benda 2 setelah tumbukan
Jika dinyatakan dalam momentum,
m1v1 = momentum benda 1 sebelum tumbukan, m1v’1 = momentum benda 1 setelah tumbukan
m2v2 = momentum benda 2 sebelum tumbukan, m2v’2 = momentum benda 2 setelah tumbukan
Pada Tumbukan Lenting Sempurna berlaku juga Hukum Kekekalan Energi Kinetik. Secara matematis dirumuskan sebagai berikut :
< ![endif]-->
Kita telah menurunkan 2 persamaan untuk Tumbukan Lenting Sempurna, yakni persamaan Hukum Kekekalan Momentum dan Persamaan Hukum Kekekalan Energi Kinetik. Ada suatu hal yang menarik, bahwa apabila hanya diketahui massa dan kecepatan awal, maka kecepatan setelah tumbukan bisa kita tentukan menggunakan suatu persamaan lain. Persamaan ini diturunkan dari dua persamaan di atas. Persamaan apakah itu ? nah, mari kita turunkan persamaan tersebut… dipahami perlahan-lahan ya
Sekarang kita tulis kembali persamaan Hukum Kekekalan Momentum :
< ![endif]-->
Kita tulis kembali persamaan Hukum Kekekalan Energi Kinetik :
< ![endif]-->
< ![endif]-->
Kita tulis kembali persamaan ini menjadi :
< ![endif]-->
Ini merupakan salah satu persamaan penting dalam Tumbukan Lenting sempurna, selain persamaan Kekekalan Momentum dan persamaan Kekekalan Energi Kinetik. Persamaan 3 menyatakan bahwa pada Tumbukan Lenting Sempurna, laju kedua benda sebelum dan setelah tumbukan sama besar tetapi berlawanan arah, berapapun massa benda tersebut.
Koofisien elastisitas Tumbukan Lenting Sempurna
Wah, istilah baru lagi ne… apaan sie koofisien elastisitas ? sebelum gurumuda menjelaskan apa itu koofisien elastisitas, mari kita obok2 lagi rumus fisika. Kali ini giliran persamaan 3…
Kita tulis lagi persamaan 3 :
< ![endif]-->
Perbandingan negatif antara selisih kecepatan benda setelah tumbukan dengan selisih kecepatan benda sebelum tumbukan disebut sebagai koofisien elatisitas alias faktor kepegasan (dalam buku Karangan Bapak Marthen Kanginan disebut koofisien restitusi). Untuk Tumbukan Lenting Sempurna, besar koofisien elastisitas = 1. ini menunjukkan bahwa total kecepatan benda setelah tumbukan = total kecepatan benda sebelum tumbukan. Lambang koofisien elastisitas adalah e. Secara umum, nilai koofisien elastisitas dinyatakan dengan persamaan :
< ![endif]-->
e = koofisien elastisitas = koofisien restitusi, faktor kepegasan, angka kekenyalan, faktor keelastisitasan
TUMBUKAN LENTING SEBAGIAN
Pada pembahasan sebelumnya, kita telah belajar bahwa pada Tumbukan Lenting Sempurna berlaku Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekakalan Energi Kinetik. Nah, bagaimana dengan tumbukan lenting sebagian ?
Pada tumbukan lenting sebagian, Hukum Kekekalan Energi Kinetik tidak berlaku karena ada perubahan energi kinetik terjadi ketika pada saat tumbukan. Perubahan energi kinetik bisa berarti terjadi pengurangan Energi Kinetik atau penambahan energi kinetik. Pengurangan energi kinetik terjadi ketika sebagian energi kinetik awal diubah menjadi energi lain, seperti energi panas, energi bunyi dan energi potensial. Hal ini yang membuat total energi kinetik akhir lebih kecil dari total energi kinetik awal. Kebanyakan tumbukan yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam jenis ini, di mana total energi kinetik akhir lebih kecil dari total energi kinetik awal. Tumbukan antara kelereng, tabrakan antara dua kendaraan, bola yang dipantulkan ke lantai dan lenting ke udara, dll.
Sebaliknya, energi kinetik akhir total juga bisa bertambah setelah terjadi tumbukan. Hal ini terjadi ketika energi potensial (misalnya energi kimia atau nuklir) dilepaskan. Contoh untuk kasus ini adalah peristiwa ledakan.
Suatu tumbukan lenting sebagian biasanya memiliki koofisien elastisitas (e) berkisar antara 0 sampai 1. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :
< ![endif]-->
Bagaimana dengan Hukum Kekekalan Momentum ? Hukum Kekekalan Momentum tetap berlaku pada peristiwa tumbukan lenting sebagian, dengan anggapan bahwa tidak ada gaya luar yang bekerja pada benda-benda yang bertumbukan.
TUMBUKAN TIDAK LENTING SAMA SEKALI
Bagaimana dengan tumbukan tidak lenting sama sekali ? suatu tumbukan dikatakan Tumbukan Tidak Lenting sama sekali apabila dua benda yang bertumbukan bersatu alias saling menempel setelah tumbukan. Salah satu contoh populer dari tumbukan tidak lenting sama sekali adalah pendulum balistik. Pendulum balistik merupakan sebuah alat yang sering digunakan untuk mengukur laju proyektil, seperti peluru. Sebuah balok besar yang terbuat dari kayu atau bahan lainnya digantung seperti pendulum. Setelah itu, sebutir peluru ditembakkan pada balok tersebut dan biasanya peluru tertanam dalam balok. Sebagai akibat dari tumbukan tersebut, peluru dan balok bersama-sama terayun ke atas sampai ketinggian tertentu (ketinggian maksimum). Lihat gambar di bawah…
< ![endif]-->
Apakah pada Tumbukan Tidak Lenting Sama sekali berlaku hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan Energi Kinetik ?
Perhatikan gambar di atas. Hukum kekekalan momentum hanya berlaku pada waktu yang sangat singkat ketika peluru dan balok bertumbukan, karena pada saat itu belum ada gaya luar yang bekerja. Secara matematis dirumuskan sebagai berikut :
m1v1 + m2v2 = m1v’1 + m2v’2
m1v1 + m2(0) = (m1 + m2) v’
m1v1 = (m1 + m2) v’ < ![endif]-->—- < ![endif]-->persamaan 1
Apakah setelah balok mulai bergerak masih berlaku hukum Kekekalan Momentum ? Tidak…. Mengapa tidak ? ketika balok (dan peluru yang tertanam di dalamnya) mulai bergerak, akan ada gaya luar yang bekerja pada balok dan peluru, yakni gaya gravitasi. Gaya gravitasi cenderung menarik balok kembali ke posisi setimbang. Karena ada gaya luar total yang bekerja, maka hukum Kekekalan Momentum tidak berlaku setelah balok bergerak.
Lalu bagaimana kita menganalisis gerakan balok dan peluru setelah tumbukan ?
Nah, masih ingatkah dirimu pada Hukum Kekekalan Energi Mekanik ? kita dapat menganalisis gerakan balok dan peluru setelah tumbukan menggunakan hukum Kekekalan Energi Mekanik. Ketika balok mulai bergerak setelah tumbukan, sedikit demi sedikit energi kinetik berubah menjadi energi potensial gravitasi. Ketika balok dan peluru mencapai ketinggian maksimum (h), seluruh Energi Kinetik berubah menjadi Energi Potensial gravitasi. Dengan kata lain, pada ketinggian maksimum (h), Energi Potensial gravitasi bernilai maksimum, sedangkan EK = 0.
Kita turunkan persamaannya ya
Catatan :
Ketika balok dan peluru tepat mulai bergerak dengan kecepatan v’, h1 = 0. Pada saat balok dan peluru berada pada ketinggian maksimum, h2 = h dan v2 = 0.
Persamaan Hukum Kekekalan Energi Mekanik untuk kasus tumbukan tidak lenting sama sekali.
EM1 = EM2
EP1 + EK1 = EP2 + EK2
0 + EK1 = EP2 + 0
½ (m1 + m2)v’2 = (m1 + m2) g h < ![endif]-->< ![endif]-->— persamaan 2
Jangan dihal ya… dipahami saja
Hukum Kekekalan Momentum
• Sunday Nov 9,2008 12:12 AM
• By san
• In Impuls dan Momentum
Pada pokok bahasan Momentum dan Impuls, kita telah berkenalan dengan konsep momentum serta pengaruh momentum benda pada peristiwa tumbukan. Pada kesempatan ini kita akan meninjau momentum benda ketika dua buah benda saling bertumbukan. Ingat ya, momentum merupakan hasil kali antara massa benda dengan kecepatan gerak benda tersebut. Jadi momentum suatu benda selalu dihubungkan dengan massa dan kecepatan benda. Kita tidak bisa meninjau momentum suatu benda hanya berdasarkan massa atau kecepatannya saja. Pahami baik-baik konsep ini ya….
Pernahkah anda menonton permainan biliard ? lebih baik lagi jika dirimu adalah pemain biliard tuh gambarnya di samping kiri… biasanya pada permainan billiard, kita berusaha untuk memasukan bola ke dalam lubang. Bola yang menjadi target biasanya diam. Jika anda perhatikan secara cermat, kecepatan bola biliard yang disodok menuju bola biliard target menjadi berkurang setelah kedua bola biliard bertumbukan. Sebaliknya, setelah bertumbukan, bola biliard yang pada mulanya diam menjadi bergerak. Berhubung massa bola biliard selalu tetap, maka yang mengalami perubahan adalah kecepatan. Karena bola billiard yang disodok mengalami pengurangan kecepatan setelah tumbukan, maka tentu saja momentumnya juga berkurang. Jika momentum bola billiard yang disodok berkurang, kemanakah momentumnya pergi ? bisa kita tebak, momentum yang hilang pada bola billiard yang disodok berpindah ke bola billiard target. Kok bisa ? ya iyalah bola billiard target kan pada mulanya diam, sehingga momentumnya pasti nol. Setelah bertumbukkan, bola billiard tersebut bergerak. Karena bergerak, maka tentu saja bola billiard target memiliki momentum. Jadi momentum bola billiard yang disodok tadi berpindah ke bola billiard target. Dengan demikian kita bisa mengatakan bahwa perubahan momentum pada kedua bola billiard setelah terjadi tumbukan disebabkan karena adanya “perpindahan momentum” dari satu bola billiard ke bola biliard lainnya.
Nah, sekarang pahami penjelasan gurumuda ini baik2 ya….. Pada saat sebelum tumbukan, bola billiard target diam sehingga momentumnya = 0, sedangkan bola billiard yang disodok bergerak dengan kecepatan tertentu; bola billiard yang disodok memiliki momentum. Setelah terjadi tumbukan, kecepatan bola billiard yang disodok berkurang; karenanya momentumnya juga berkurang. Sebaliknya, bola billiard target yang pada mulanya diam menjadi bergerak setelah terjadi tumbukan. Karena bergerak maka kita bisa mengatakan bahwa momentum bola billiard target “bertambah”. Dapatkah kita menyimpulkan bahwa jumlah momentum kedua bola billiard tersebut sebelum tumbukan = jumlah momentum kedua bola billiard setelah tumbukan ?
Jika bingung, dibaca perlahan-lahan sambil dipahami ya…. bagi yang belum pernah melihat atau bermain bola billiard, anda pasti kebingungan dengan penjelasan di atas. Oleh karena itu, segera beli dua buah kelereng pada warung atau toko terdekat…. dan lakukan percobaan berikut. Letakkan sebuah kelereng pada permukaan lantai yang datar. Setelah itu, tembakkan kelereng yang diam tersebut menggunakan kelereng lainnya dari jarak tertentu. Jika meleset, ulangi sampai kedua kelereng bertumbukan. Amati secara saksama kecepatan gerak kelereng tersebut. Setelah kedua kelereng bertumbukan, kelereng yang pada mulanya diam (tidak memiliki momentum) pasti bergerak (memiliki momentum). Sebaliknya, kelereng yang anda kutik tadi pasti kecepatannya berkurang setelah tumbukan (momentumnya berkurang). Dengan demikian kita bisa mengatakan bahwa momentum kelereng yang dikutik berkurang karena sebagian momentumnya berpindah ke kelereng target yang pada mulanya diam. Dapatkah kita menyimpulkan bahwa jumlah momentum kedua kelereng sebelum tumbukan = jumlah momentum kedua kelereng setelah tumbukan ?
Alangkah baiknya jika dirimu melakukan percobaan menumbukkan dua bola (mirip bola billiard) di atas permukaan meja getar. Syukur kalau di laboratorium sekolah-mu ada meja getar. Pada percobaan menumbukan dua bola di atas permukaan meja getar, kita mengitung kecepatan kedua bola sebelum dan setelah tumbukan. Massa bola tetap, sehingga yang diselidiki adalah kecepatannya. Frekuensi getaran meja = frekuensi listrik PLN (50 Hertz). Karena telah diketahui frekuensi getaran meja, maka kita bisa menentukan periode getaran meja. Nah, waktunya sudah diketahui, sekarang tugas kita adalah mengukur panjang jejak bola ketika bergerak di atas meja getar. Karena meja bergetar setiap 0,02 detik (1/50), maka ketika bergerak di atas meja, bola pasti meninggalkan jejak di atas meja yang sudah kita lapisi dengan kertas karbon. Jarak antara satu jejak dengan jejak yang lain; yang ditinggalkan bola setiap 0,02 detik kita ukur. Setelah memperoleh data jarak tempuh bola, selanjutnya kita bisa menghitung kecepatan gerak kedua bola tersebut, baik sebelum tumbukan maupun setelah tumbukan. selanjutnya kita hitung momentum kedua bola sebelum tumbukan (p = mv) dan momentum kedua bola setelah tumbukan (p’ = mv’). Jika percobaan dilakukan dengan baik dan benar, maka kesimpulan yang kita peroleh adalah total momentum dua benda sebelum tumbukan = total momentum kedua benda tersebut setelah tumbukan.
Jika di laboratorium sekolah anda tidak ada meja getar, coba pahami ilustrasi bola biliard atau kelereng di atas secara saksama. Jika sudah paham, anda pasti setuju kalau gurumuda mengatakan bahwa jumlah momentum kedua benda sebelum tumbukan = jumlah momentum kedua benda setelah tumbukan. Pada ilustrasi di atas, sebelum tumbukan salah satu benda diam. Pada dasarnya sama saja bila dua benda sama-sama bergerak sebelum tumbukan. Kecepatan gerak kedua benda tersebut pasti berubah setelah tumbukan, sehingga momentum masing-masing benda juga mengalami perubahan. Kecuali jika massa dan kecepatan dua benda sama sebelum kedua benda tersebut saling bertumbukan. Biasanya total momentum kedua benda sebelum tumbukan = total momentum kedua benda setelah terjadi tumbukan.
Penjelasan panjang lebar dan bertele-tele di atas hanya mau mengantar dirimu untuk memahami inti pokok bahasan ini, yakni Hukum Kekekalan Momentum. Tidak peduli berapapun massa dan kecepatan benda yang saling bertumbukan, ternyata momentum total sebelum tumbukan = momentum total setelah tumbukan. Hal ini berlaku apabila tidak ada gaya luar alias gaya eksternal total yang bekerja pada benda yang bertumbukan. Jadi analisis kita hanya terbatas pada dua benda yang bertumbukan, tanpa ada pengaruh dari gaya luar. Sekarang perhatikan gambar di bawah ini.
< ![endif]-->
Jika dua benda yang bertumbukan diilustrasikan dengan gambar di atas, maka secara matematis, hukum kekekalan momentum dinyatakan dengan persamaan :
< ![endif]-->
Keterangan :
m1 = massa benda 1, m2 = massa benda 2, v1 = kecepatan benda 1 sebelum tumbukan, v2 = kecepatan benda 2 sebelum tumbukan, v’1 = kecepatan benda 1 setelah tumbukan, v’2 = kecepatan benda 2 setelah tumbukan
Jika dinyatakan dalam momentum, maka :
m1v1 = momentum benda 1 sebelum tumbukan, m2v2 = momentum benda 2 sebelum tumbukan, m1v‘1 = momentum benda 1 setelah tumbukan, m2v‘2 = momentum benda 2 setelah tumbukan
Perlu anda ketahui bahwa Hukum Kekekalan Momentum ditemukan melalui percobaan pada pertengahan abad ke-17, sebelum eyang Newton merumuskan hukumnya tentang gerak (mengenai Hukum II Newton versi momentum telah saya jelaskan pada pokok bahasan Momentum, Tumbukan dan Impuls). Walaupun demikian, kita dapat menurunkan persamaan Hukum Kekekalan Momentum dari persamaan hukum II Newton. Yang kita tinjau ini khusus untuk kasus tumbukan satu dimensi, seperti yang dilustrasikan pada gambar di atas.
Kita tulis kembali persamaan hukum II Newton :
< ![endif]-->
Ketika bola 1 dan bola 2 bertumbukan, bola 1 memberikan gaya pada bola 2 sebesar F21, di mana arah gaya tersebut ke kanan (perhatikan gambar di bawah)
< ![endif]-->
Momentum bola 2 dinyatakan dengan persamaan :
< ![endif]-->
Berdasarkan Hukum III Newton (Hukum aksi-reaksi), bola 2 memberikan gaya reaksi pada bola 1, di mana besar F12 = – F21. (Ingat ya, besar gaya reaksi = gaya aksi. Tanda negatif menunjukan bahwa arah gaya reaksi berlawanan dengan arah gaya aksi)
Momentum bola 1 dinyatakan dengan persamaan :
< ![endif]-->
< ![endif]-->
Ini adalah persamaan Hukum Kekekalan Momentum. Hukum Kekekalan Momentum berlaku jika gaya total pada benda-benda yang bertumbukan = 0. Pada penjelasan di atas, gaya total pada dua benda yang bertumbukan adalah F12 + (-F21) = 0. Jika nilai gaya total dimasukan dalam persamaan momentum :
< ![endif]-->
Hal ini menunjukkan bahwa apabila gaya total pada sistem = 0, maka momentum total tidak berubah. Yang dimaksudkan dengan sistem adalah benda-benda yang bertumbukan. Apabila pada sistem tersebut bekerja gaya luar (gaya-gaya yang diberikan oleh benda di luar sistem), sehingga gaya total tidak sama dengan nol, maka hukum kekekalan momentum tidak berlaku.
Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa :
Jika tidak ada gaya luar yang bekerja pada benda-benda yang bertumbukan, maka jumlah momentum benda-benda sebelum tumbukan sama dengan jumlah momentum benda-benda setelah tumbukan.
Ini adalah pernyataan hukum kekekalan momentum
< ![endif]-->
Prinsip Kerja Roket
Dorongan roket dan jet merupakan penerapan yang menarik dari hukum III Newton dan Kekekalan momentum. Roket memiliki tangki yang berisi bahan bakar hodrogen cair dan oksigen cair. Bahan bakar tersebut dibakar dalam ruang pembakaran sehingga menghasilkan gas lalu dibuang melalui mulut pipa yang terletak dibelakang roket. Akibatnya terjadi perubahan momentum pada gas selama selang waktu tertentu. Berdasarkan hukum II Newton, perubahan momentum selama suatu selang waktu tertentu = gaya total. Jadi bisa dikatakan bahwa terdapat gaya total pada gas yang disemburkan roket ke belakang. Gaya total tersebut merupakan gaya aksi yang diberikan oleh roket kepada gas, di mana arahnya ke bawah. Sebagai tanggapan, gas memberikan gaya reaksi kepada roket, di mana besar gaya reaksi = gaya aksi, hanya arahnya berlawanan. Gaya reaksi yang diberikan oleh gas tersebut yang mendorong roket ke atas. Begitu…
Daya
• Monday Oct 13,2008 04:44 PM
• By san
• In Usaha dan Energi
Pada pokok bahasan mengenai usaha dan energi, energi potensial dan energi kinetik serta pembahasan Hukum Kekekalan Energi, kita telah mempelajari konsep usaha tanpa memperhitungkan besaran waktu. Misalnya ketika mengangkat sebuah batu hingga ketinggian tertentu, kita membutuhkan sejumlah usaha. Batu yang kita angkat dengan sejumlah usaha tentu saja memerlukan selang waktu tertentu untuk berpindah dari kedudukan awal ke kedudukan akhir. Batu yang diangkat secara perlahan-lahan pasti memiliki waktu tempuh yang lebih lama dibandingkan dengan batu yang diangkat dengan cepat. Pada kesempatan ini kita akan mempelajari pokok bahasan Daya, sebuah besaran fisika yang menyatakan hubungan antara usaha dan waktu. Selamat belajar, semoga sukses…..
Dalam ilmu fisika, daya diartikan sebagai laju dilakukannya usaha atau perbandingan antara usaha dengan selang waktu dilakukannya usaha. Dalam kaitan dengan energi, daya diartikan sebagai laju perubahan energi. Sedangkan Daya rata-rata didefinisikan sebagai perbandingan usaha total yang dilakukan dengan selang waktu total yang dibutuhkan untuk melakukan usaha. Secara matematis, hubungan antara daya, usaha dan waktu dirumuskan sebagai berikut :
< ![endif]-->
Berdasarkan persamaan ini, dapat disimpulkan bahwa semakin besar laju usaha, semakin besar Daya. Sebaliknya, semakin kecil laju Usaha maka semakin kecil laju Daya. Yang dimaksudkan dengan laju usaha adalah seberapa cepat sebuah usaha dilakukan. Misalnya mobil A dan B memiliki massa yang sama menempuh suatu lintasan berjarak 1 km. Apabila mobil A menempuh lintasan tersebut dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan mobil B, maka ketika menempuh lintasan itu, daya mobil A lebih besar dari mobil B. Dengan kata lain, Mobil A memiliki laju perubahan energi kimia menjadi energi mekanik yang lebih besar dari pada mobil B.
Daya merupakan besaran skalar, besaran yang hanya mempunyai nilai alias besar, tidak mempunyai arah. Satuan Daya dalam Sistem Internasional adalah Joule/detik. Joule/detik juga biasa disebut Watt (disingkat W), untuk menghargai James Watt. Dalam sistem British, satuan daya adalah 1 pon-kaki/detik. Satuan ini terlalu kecil untuk kebutuhan praktis sehingga digunakan satuan lain yang lebih besar, yakni dayakuda atau horse power (disingkat hp). 1 dayakuda = 550 pon-kaki/detik = 764 watt = ¾ kilowatt.
Besaran Usaha juga bisa dinyatakan dalam satuan daya x waktu, misalnya kilowatt-jam alias KWH. Satu KWH adalah usaha yang dilakukan dengan laju tetap sebesar 1 Kilo Watt selama satu jam.
Daya seekor kuda menyatakan seberapa besar usaha yang dilakukan kuda per satuan waktu. Daya sebuah mesin menyatakan seberapa besar energi kimia atau listrik dapat diubah menjadi energi mekanik per satuan waktu.
Contoh soal 1 :
Seseorang yang bermassa 60 kg menaiki tangga selama 4 sekon. Apabila ketinggian vertikal tangga tersebut adalah 4 meter, hitunglah daya orang itu dalam satuan watt dan besarnya energi yang dibutuhkan untuk menaiki tangga. Anggap saja percepatan gravitasi (g) = 10 m/s2.
Panduan jawaban :
< ![endif]-->
Hasil perhitungan kita menunjukkan bahwa ketika menaiki tangga, orang tersebut mengubah energi kimia menjadi energi mekanik sebesar 2400 Joule. Ini belum termasuk energi panas yang dihasilkan ketika orang tersebut bergerak. Jadi ketika menaiki tangga, energi yang diubah orang tersebut lebih besar dari 2400 Joule.
Senin, 21 Maret 2011
PEREKONOMIAN ISLAM
AGAMA ISLAM
MATERI PENGYAAN BAB IV TENTANG PEREKONOMIAN ISLAM
Dalam bidang muamalah ( aspek interaksi sesama manusia ), Islam tidak mengaturnya secara rinci , karena kehidupan manusia itu akan selalu berubah dan bergerak menuju kesempurnaan sampai bumi ini lenyap . Karena itu bentuk bentuk hubungan social politik , ekonomi maupun kebudayaan , manusia diperintahkan untuk mengaturnya sendiri sepanjang tidak keluar dari prinsip prinsip dasar yang telah ditetapkan oleh Islam .
Hal ini berbeda dengan aspek ibadah ( yang menyangkut hubungan antara sesama manusia dan Alloh ) seperti sholat, puasa , haji ,dsb. Alloh dan Rosulnya yang menciptakan nama dan aturannya . Manusia tidak berhak membuat aturan sendiri dan tinggal melaksanakan aturan yang dibuat oleh Alloh dan Rosulnya.
Dalam hal ini kita bisa menengok sejarah social bangsa arab Pada masa Nabi Muhammad SAW Dimana beliau tidak menghapus begitu saja transaksi yang sudah baik yang sudah diterapkan masyarakat arab dalam kehidupan se hari hari dan Nabi hanya mengkoreksi dan membatalkan transaksi transaksi yang bertentangan dengan prinsip prinsip Islam
Bentuk bentuk transaksi yang pada waktu itu dilaksanakan ummat Islam dizaman Nabi dalam kesehariannya misalnya , Qirod, Muzaro’ah, Mukhobaroh, mudzarobah,dsb. Bentuk bentuk ini hanya digunakan sebagai acuan untuk menciptakan transaksi transaksi baru yang sesuai dengan perkembangan zaman namun tidak menyimpang dengan rambu rambu yang telah ditetapkan oleh syarak.
Adapun prinsip prinsip dasar yang harus dilaksanakan dalam bertransaksi dengan sesama manusia a.l
Tidak saling mendzolimi
Tidak saling merugikan
Tidak melakukan transaksi yang bersifat spikulasi naïf ( judi )
Tidak melakuakn renten
Jadi bentuk bentuk transaksi yang ada saat ini mis. Asuransi, pembelian dengan menggunakan kartu kredit , pembayaran dan pembelian lewat ATM, jual beli saham, apakah model transaksi itu produk barat atau produk siapasaja , kita tidakbisa mengklim tentang halal atau haramnya, harus kita kaji terlebih dahulu apakah didalamnya ada bentuk bentuk transaksi yang menyimpang dari rambu rmbu yang telah ditetapkan oleh Islsm.
MATERI PENGYAAN BAB IV TENTANG PEREKONOMIAN ISLAM
Dalam bidang muamalah ( aspek interaksi sesama manusia ), Islam tidak mengaturnya secara rinci , karena kehidupan manusia itu akan selalu berubah dan bergerak menuju kesempurnaan sampai bumi ini lenyap . Karena itu bentuk bentuk hubungan social politik , ekonomi maupun kebudayaan , manusia diperintahkan untuk mengaturnya sendiri sepanjang tidak keluar dari prinsip prinsip dasar yang telah ditetapkan oleh Islam .
Hal ini berbeda dengan aspek ibadah ( yang menyangkut hubungan antara sesama manusia dan Alloh ) seperti sholat, puasa , haji ,dsb. Alloh dan Rosulnya yang menciptakan nama dan aturannya . Manusia tidak berhak membuat aturan sendiri dan tinggal melaksanakan aturan yang dibuat oleh Alloh dan Rosulnya.
Dalam hal ini kita bisa menengok sejarah social bangsa arab Pada masa Nabi Muhammad SAW Dimana beliau tidak menghapus begitu saja transaksi yang sudah baik yang sudah diterapkan masyarakat arab dalam kehidupan se hari hari dan Nabi hanya mengkoreksi dan membatalkan transaksi transaksi yang bertentangan dengan prinsip prinsip Islam
Bentuk bentuk transaksi yang pada waktu itu dilaksanakan ummat Islam dizaman Nabi dalam kesehariannya misalnya , Qirod, Muzaro’ah, Mukhobaroh, mudzarobah,dsb. Bentuk bentuk ini hanya digunakan sebagai acuan untuk menciptakan transaksi transaksi baru yang sesuai dengan perkembangan zaman namun tidak menyimpang dengan rambu rambu yang telah ditetapkan oleh syarak.
Adapun prinsip prinsip dasar yang harus dilaksanakan dalam bertransaksi dengan sesama manusia a.l
Tidak saling mendzolimi
Tidak saling merugikan
Tidak melakukan transaksi yang bersifat spikulasi naïf ( judi )
Tidak melakuakn renten
Jadi bentuk bentuk transaksi yang ada saat ini mis. Asuransi, pembelian dengan menggunakan kartu kredit , pembayaran dan pembelian lewat ATM, jual beli saham, apakah model transaksi itu produk barat atau produk siapasaja , kita tidakbisa mengklim tentang halal atau haramnya, harus kita kaji terlebih dahulu apakah didalamnya ada bentuk bentuk transaksi yang menyimpang dari rambu rmbu yang telah ditetapkan oleh Islsm.
MEMBACA CEPAT
MEMBACA
• MEMBACA CEPAT 300KATA PER-MENIT
Membaca cepat sangat penting artinya bagi kita. Selain dapat menghemat waktu,membaca cepat juga membuat kita mampu menyerap informasi secara efektif. Pada masa globalisasi, informasi berubah dengan sangat cepat yang menuntut kita untuk rajin membaca agar tidak ketinggalan. Hanya orang yang rajin dan gesit membacalah yang akan bisa mengikuti perkembangan zaman. Keuntungan dan manfaat yang dapat diperoleh dari pembaca antara lain sebagai berikut:
1. Menghemat waktu
2. Meningkatkan efisiensi
3. Memiliki nilai yang menyenangkan dan menghibur
4. Memperluas cakrawala mental
5. Membantu berbicara secara efektif
6. Membantu menghadapi ujian
Kemampuan membaca cepat mencakup 2 kemampuan, yaitu kemampuan skimming dan scanning(membaca memidai). Pada bagian ini kita akanmembahas skimming. Skimming Adalah tindakan mencari gagasan pokok atau hal-hal penting dari bacaan secara cepat. Skimming dapat juga diartikan sebagai keterampilan membaca yang di atur untuk mendapatkan hasil yang efisien. Skimming dapat di lakukan jika seseorang ingin:
1. Mengenali topik bacaan atau mimilih bacaan
2. Mengetahui pendapat seseorang secara umum
3. Mendapat bagian penting dari suatu bacaan tanpa membaca keseluruhan
4. Melakukan penyagaran akan apa yang pernah di baca
• MENGETAHUI TINGKAT KECEPATAN MEMBACA
Jika ingin mengetahui tingkat kecepatan kita sendiri dalam membaca, ada 2 cara yang digunakan:
a. Menghitung jumlah kata per-menit
Untuk dapat mengetahui jumlah kata yang mampu kita baca setiap menitnya,kita bisa menggunakan rumus.
b. Membuat tabel kecepatan membaca
Kita juga dapat membuat tabel kecepatan membaca. Tabel ini terdiri atas 2 kolom:kolom pertama berisi waktu yang diperlukan dan kolom kedua berisi kecepatan membaca yang ditunjukan dengan jumlah kata yang dapat dibaca per-menitnya.
MENULIS
• MENULIS RANGKUMAN/RINGKASAN ISI BUKU
Menulis rangkuman atau ringkasan adalah merupakan salah satu bentuk reproduksi.reproduksi maksudnya adalah penulisan kembali berdasarkan karangan yang sudah disusun sebelumnya.
Membuat Rangkuman berarti menyarikan isi bacaan. Salah satu manfaat yang bisa diambil dari rangkuman adalah untuk mempermudah memahami baka. Rangkuman memberikan gambaran terhadap keseluruhan isi buku.
• MEMBACA CEPAT 300KATA PER-MENIT
Membaca cepat sangat penting artinya bagi kita. Selain dapat menghemat waktu,membaca cepat juga membuat kita mampu menyerap informasi secara efektif. Pada masa globalisasi, informasi berubah dengan sangat cepat yang menuntut kita untuk rajin membaca agar tidak ketinggalan. Hanya orang yang rajin dan gesit membacalah yang akan bisa mengikuti perkembangan zaman. Keuntungan dan manfaat yang dapat diperoleh dari pembaca antara lain sebagai berikut:
1. Menghemat waktu
2. Meningkatkan efisiensi
3. Memiliki nilai yang menyenangkan dan menghibur
4. Memperluas cakrawala mental
5. Membantu berbicara secara efektif
6. Membantu menghadapi ujian
Kemampuan membaca cepat mencakup 2 kemampuan, yaitu kemampuan skimming dan scanning(membaca memidai). Pada bagian ini kita akanmembahas skimming. Skimming Adalah tindakan mencari gagasan pokok atau hal-hal penting dari bacaan secara cepat. Skimming dapat juga diartikan sebagai keterampilan membaca yang di atur untuk mendapatkan hasil yang efisien. Skimming dapat di lakukan jika seseorang ingin:
1. Mengenali topik bacaan atau mimilih bacaan
2. Mengetahui pendapat seseorang secara umum
3. Mendapat bagian penting dari suatu bacaan tanpa membaca keseluruhan
4. Melakukan penyagaran akan apa yang pernah di baca
• MENGETAHUI TINGKAT KECEPATAN MEMBACA
Jika ingin mengetahui tingkat kecepatan kita sendiri dalam membaca, ada 2 cara yang digunakan:
a. Menghitung jumlah kata per-menit
Untuk dapat mengetahui jumlah kata yang mampu kita baca setiap menitnya,kita bisa menggunakan rumus.
b. Membuat tabel kecepatan membaca
Kita juga dapat membuat tabel kecepatan membaca. Tabel ini terdiri atas 2 kolom:kolom pertama berisi waktu yang diperlukan dan kolom kedua berisi kecepatan membaca yang ditunjukan dengan jumlah kata yang dapat dibaca per-menitnya.
MENULIS
• MENULIS RANGKUMAN/RINGKASAN ISI BUKU
Menulis rangkuman atau ringkasan adalah merupakan salah satu bentuk reproduksi.reproduksi maksudnya adalah penulisan kembali berdasarkan karangan yang sudah disusun sebelumnya.
Membuat Rangkuman berarti menyarikan isi bacaan. Salah satu manfaat yang bisa diambil dari rangkuman adalah untuk mempermudah memahami baka. Rangkuman memberikan gambaran terhadap keseluruhan isi buku.
kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan
KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM PERNAPASAN
• Faringitis
Faringitis merupakan peradangan pada faring sehinggaa timbul rasa nyeri pada waktu menelan makan ataupun kerongkongan terasa kering . gangguan ini di sebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dan dapat juga di sebabkan terlalu banyak merokok.
• Pneumonia
Pneumonia adalah peradangan paru-paru di mana alveulus biasanya berisi cairan dan eritrosit yang berlebihan. Jenis pneumonia yang umum adalah pneumonia bakteri. Penyakit ini di mulai dengan infeksi dalam alveolus, yaitu membran paru-paru mengalami peradangan dan berlubang- lubang sehingga cairan dan eritrosit masuk ke dalam alveolus. Dengan demikian alveolus terinfeksi oleh cairan dan eritrosit. Infeksi di sebarkan oleh bakteri dari satu alveolus ke alveolus yang lain hingga dapat meluas ke seluruh lobus bahkan seluruh paru-paru.
• Emfisema Paru-paru
Emfisema paru-paru adalah jumlah udara yang berleebihandi dalam paru-paru. Bila orang membicarakan emfisema paru-paru kronik, umumnya yang di maksud adalah suatu kerusakan paru yang kompleks yang di sebabkan menghisap tembakau. Empisema paru-paru di sebabkan oleh:
• Infeksi kronik karena rokok atau bahan-bahan lain yang mengiritasi bronkus dengan serius sehingga mengacaukan mekanisme pertahanan normal saluran pernapasan;
• Infeksi akibat berlebihan mukus karena peradangan dan edema epitelbronkiolus;
• Gangguan saluran pernapasan sehingga menyebabkan kesukaran ekspirasi dan udara yang terperangkp dalam alveolus menjadi renggang.
• Asma
Asma di tandai dengan kontraksi yang kaku dari bronkiolus yang menyebabkan kesukaran bernapas. Asma biasanya di sebabkan oleh hipersensivitas bronkiolus (di sebut asma bronkiale) terhadap benda-benda asing di udara. Pada penderita di bawah usia 30 tahun, asma kira-kira 70% di sebabkaan oleh hipersensivitas alergi, terutama hipersensivitas terhadap tumbuhan. Pada penderita yang lebih tua, kira-kira 70% asma di sebabkan karena alergi pada bahan-bahan kimia dan kabut atau debu.
• Dipteri
Dipteri merupakan penykit infeksi yang di sebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptherial yang dapat menimbulkan penyumbatan pada rongga farring (faringitis) maupun laring (laringatis) oleh lendir yang di hasilkanbakteri tersebut.
• Asfiksi
Asfiksi adalah gangguan dalam pengankutan oksigen ke jaaringan yang di sebabkan terganggunya fungsi paru-par, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh. Misalnya alveolus yang terisi air karena seseorang tenggelam. Gangguan yang lain adalah keracunan karbon monoksida yang di sebabkan karena hemoglobin lebih mengikat karbon monoksida sehingga pengangkutan oksigen dalam darah berkurang.
• Tuberkulosis
Tuberkulosis merupakan penyakit spesifik yang di sebab kan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosae . Bakteri ini dapat menyerang semua organ tubuh, tetapi yang paling sering adalah paru-paru dan tulang.
Pada tuberkulosis , bakteri menyebabkan reaksi jaringan yang aneh dalam paru-paru. Daerah yang terinfeksi akan diserang oleh makrofag, sehingga daerah tersebut rusak dan akan di kelilingi oleh jaringan fibrotik untuk membentuk tonjolan ynag di sebut tuberkel. Proses ini membanu membatasi penyebaran tuberkel
Yang mengandung bakteri dalam paru-paru. Akan tetapi hampir 3% dari seluruh penderita tuberkolosis tidak terbentuk proses pembatasan (pendindingan) ini , sehingga teberkel yang berisi bakteri menyebar ke seluruh paru-paru. Pada stadium lanjut akan menyebabkan daerah fibrotik di seluruh paru- paru sehingga mengurangi jumlah jaringan paru-paru fungsional. Keaadan ini menyebabkan :
• Peningkatan kerja sebagian otot pernapasan yang berfungsi untuk pertukaran udara paru-paru;
• Mengurangi kapasitas vital dan kapasitas pernapasan;
• Mebgurangi luas permukaan membran pernapasan, yang akan meningkatkan ketebalan membran pernapasan sehingga menimbulkan penurunan kapasitas difusi paru-paru.
• Hipoksia
Hipoksia adalah kekurangan oksigen di dalam jaringan. Bila cukup berat, hipoksia dapat menyebabkan kematian sel-sel. Pada tingkat yang kuran berat akan mengakibaatkan :
• Penekanan aktivitass mental, kadang-kadang memuncak sampai koma;
• Menurunkan kapasitas kerja otot.
• Asidosis
Asidosis di sebabkan meningkatnya kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah yang menyebabkan terganggunya pernapasan.
• Sianosis
Sianosis adalah kebiruan pada kulit yang disebabkan karena jumlah hemoglobin deoksigagenisasi yang berlebihan di dalam pembuluh darah kulit, terutama dalam kapiler.
• Faringitis
Faringitis merupakan peradangan pada faring sehinggaa timbul rasa nyeri pada waktu menelan makan ataupun kerongkongan terasa kering . gangguan ini di sebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dan dapat juga di sebabkan terlalu banyak merokok.
• Pneumonia
Pneumonia adalah peradangan paru-paru di mana alveulus biasanya berisi cairan dan eritrosit yang berlebihan. Jenis pneumonia yang umum adalah pneumonia bakteri. Penyakit ini di mulai dengan infeksi dalam alveolus, yaitu membran paru-paru mengalami peradangan dan berlubang- lubang sehingga cairan dan eritrosit masuk ke dalam alveolus. Dengan demikian alveolus terinfeksi oleh cairan dan eritrosit. Infeksi di sebarkan oleh bakteri dari satu alveolus ke alveolus yang lain hingga dapat meluas ke seluruh lobus bahkan seluruh paru-paru.
• Emfisema Paru-paru
Emfisema paru-paru adalah jumlah udara yang berleebihandi dalam paru-paru. Bila orang membicarakan emfisema paru-paru kronik, umumnya yang di maksud adalah suatu kerusakan paru yang kompleks yang di sebabkan menghisap tembakau. Empisema paru-paru di sebabkan oleh:
• Infeksi kronik karena rokok atau bahan-bahan lain yang mengiritasi bronkus dengan serius sehingga mengacaukan mekanisme pertahanan normal saluran pernapasan;
• Infeksi akibat berlebihan mukus karena peradangan dan edema epitelbronkiolus;
• Gangguan saluran pernapasan sehingga menyebabkan kesukaran ekspirasi dan udara yang terperangkp dalam alveolus menjadi renggang.
• Asma
Asma di tandai dengan kontraksi yang kaku dari bronkiolus yang menyebabkan kesukaran bernapas. Asma biasanya di sebabkan oleh hipersensivitas bronkiolus (di sebut asma bronkiale) terhadap benda-benda asing di udara. Pada penderita di bawah usia 30 tahun, asma kira-kira 70% di sebabkaan oleh hipersensivitas alergi, terutama hipersensivitas terhadap tumbuhan. Pada penderita yang lebih tua, kira-kira 70% asma di sebabkan karena alergi pada bahan-bahan kimia dan kabut atau debu.
• Dipteri
Dipteri merupakan penykit infeksi yang di sebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptherial yang dapat menimbulkan penyumbatan pada rongga farring (faringitis) maupun laring (laringatis) oleh lendir yang di hasilkanbakteri tersebut.
• Asfiksi
Asfiksi adalah gangguan dalam pengankutan oksigen ke jaaringan yang di sebabkan terganggunya fungsi paru-par, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh. Misalnya alveolus yang terisi air karena seseorang tenggelam. Gangguan yang lain adalah keracunan karbon monoksida yang di sebabkan karena hemoglobin lebih mengikat karbon monoksida sehingga pengangkutan oksigen dalam darah berkurang.
• Tuberkulosis
Tuberkulosis merupakan penyakit spesifik yang di sebab kan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosae . Bakteri ini dapat menyerang semua organ tubuh, tetapi yang paling sering adalah paru-paru dan tulang.
Pada tuberkulosis , bakteri menyebabkan reaksi jaringan yang aneh dalam paru-paru. Daerah yang terinfeksi akan diserang oleh makrofag, sehingga daerah tersebut rusak dan akan di kelilingi oleh jaringan fibrotik untuk membentuk tonjolan ynag di sebut tuberkel. Proses ini membanu membatasi penyebaran tuberkel
Yang mengandung bakteri dalam paru-paru. Akan tetapi hampir 3% dari seluruh penderita tuberkolosis tidak terbentuk proses pembatasan (pendindingan) ini , sehingga teberkel yang berisi bakteri menyebar ke seluruh paru-paru. Pada stadium lanjut akan menyebabkan daerah fibrotik di seluruh paru- paru sehingga mengurangi jumlah jaringan paru-paru fungsional. Keaadan ini menyebabkan :
• Peningkatan kerja sebagian otot pernapasan yang berfungsi untuk pertukaran udara paru-paru;
• Mengurangi kapasitas vital dan kapasitas pernapasan;
• Mebgurangi luas permukaan membran pernapasan, yang akan meningkatkan ketebalan membran pernapasan sehingga menimbulkan penurunan kapasitas difusi paru-paru.
• Hipoksia
Hipoksia adalah kekurangan oksigen di dalam jaringan. Bila cukup berat, hipoksia dapat menyebabkan kematian sel-sel. Pada tingkat yang kuran berat akan mengakibaatkan :
• Penekanan aktivitass mental, kadang-kadang memuncak sampai koma;
• Menurunkan kapasitas kerja otot.
• Asidosis
Asidosis di sebabkan meningkatnya kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah yang menyebabkan terganggunya pernapasan.
• Sianosis
Sianosis adalah kebiruan pada kulit yang disebabkan karena jumlah hemoglobin deoksigagenisasi yang berlebihan di dalam pembuluh darah kulit, terutama dalam kapiler.
asamdan basa
KIMIA
Subjek:Kimia/Materi:Asam, Basa, Garam
Dari Wikibooks Indonesia, sumber buku teks bebas berbahasa Indonesia
< Subjek:Kimia Langsung ke: navigasi, cari Asam dalam pelajaran kimia adalah senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Basa adalah senyawa kimia yang menyerap ion hydronium ketika dilarutkan dalam air. Garam dalam pelajaran kimia adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion), sehingga membentuk senyawa netral (tanpa bermuatan). Asam Daftar isi [sembunyikan] * 1 Jenis-jenis asam o 1.1 Contoh bahan yang mengandung asam o 1.2 Sifat asam + 1.2.1 Hujan asam + 1.2.2 Reaksi asam # 1.2.2.1 Reaksi asam dengan logam # 1.2.2.2 Reaksi asam dengan senyawa karbonat # 1.2.2.3 Reaksi asam dengan oksida logam o 1.3 Basa + 1.3.1 Jenis-jenis basa + 1.3.2 Sifat-sifat basa + 1.3.3 pH # 1.3.3.1 Alat pengukur # 1.3.3.2 Tingkat keasaman # 1.3.3.3 Warna standar indikator [sunting] Jenis-jenis asam * Asam askorbat * Asam karbonat * Asam sitrat * Asam etanoat * Asam laktat * Asam klorida * Asam nitrat * Asam fosfat * Asam sulfat [sunting] Contoh bahan yang mengandung asam Jenis asam Kuat / lemah Terdapat pada Asam askorbat Lemah Buah-buahan Asam karbonat Lemah Minuman berkarbonat Asam sitrat Lemah Jeruk Asam etanoat Lemah Cuka Asam laktat Lemah Susu basi Asam klorida Kuat Lambung Asam nitrat Kuat Pupuk Asam fosfat Kuat Cat anti karat Asam sulfat Kuat Aki [sunting] Sifat asam * Mempunyai rasa asam dan bersifat korosif. * Dapat mengubah warna kertas lakmus biru menjadi kertas lakmus merah. * Menghantarkan arus listrik * Bereaksi dengan logam [sunting] Hujan asam Akibat yang ditimbulkan oleh hujan asam adalah: * Hujan asam dapat menyebabkan matinya hewan dan tumbuhan. * Hujan asam dapat merusak bangunan yang terbuat dari batu kapur. * Hujan asam juga merusak jembatan, bodi mobil, kapal laut dan struktur bangunan yang lain. [sunting] Reaksi asam [sunting] Reaksi asam dengan logam Asam dapat bereaksi dengan logam menghasilkan zat lain dan menghasilkan gas hidrogen. Contohnya adalah reaksi antara asam sulfat dengan logam magnesium. [sunting] Reaksi asam dengan senyawa karbonat Asam dapat bereaksi dengan senyawa karbonat menghasilkan zat lain, gas CO2 dan air. Sebagai contoh, reaksi antara kalsium karbonat dengan larutan HCl. Pada reaksi ini terbentuklah kalsium klorida. [sunting] Reaksi asam dengan oksida logam Asam dapat bereaksi dengan oksida logam menghasilkan zat lain dan air. Sebagai contoh, reaksi antara asam sulfat dengan tembaga oksida. [sunting] Basa [sunting] Jenis-jenis basa * Amonia * Kalsium hidroksida * Kalsium oksida * Magnesium hidroksida * Natrium hidroksida [sunting] Sifat-sifat basa * Mempunyai rasa pahit dan merusak kulit. Terasa licin seperti sabun bila terkena kulit. * Dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi kertas lakmus biru. * Menghantarkan arus listrik * Dapat menetralkan asam [sunting] pH [sunting] Alat pengukur Alat untuk mengukur skala keasaman atau pH adalah pH meter dan indikator universal. Skala pHnya adalah antara 0-14. Jika memakai indikator universal, maka zat yang cenderung asam cenderung berwarna merah. dan zat yang cenderung basa, cenderung ke biru atau hijau. [sunting] Tingkat keasaman 0-6,9 = asam 7 = netral 7,1-14 = basa [sunting] Warna standar indikator pH 1 = Asam pH 2 = Asam pH 3 = Asam pH 4 = Asam pH 5 = Asam pH 6 = Asam pH 7 = Netral pH 8 = Basa pH 9 = Basa pH 10 = Basa pH 11 = Basa pH 12 = Basa pH 13 = Basa pH 14 = Basa Diperoleh dari "http://id.wikibooks.org/wiki/Subjek:Kimia/Materi:Asam,_Basa,_Garam" Peralatan pribadi * Masuk log / buat akun Ruang nama * Halaman * Pembicaraan Varian Tampilan * Baca * Sunting * Versi terdahulu Tindakan * ↑ Cari Cari Navigasi * Halaman Utama * Perubahan terbaru * Halaman sembarang * Bantuan * Menyumbang * Warung kopi Cetak/ekspor * Buat buku * Unduh sebagai PDF * Versi cetak Kotak peralatan * Pranala balik * Perubahan terkait * Halaman istimewa * Pranala permanen * Halaman ini terakhir diubah pada 12
Subjek:Kimia/Materi:Asam, Basa, Garam
Dari Wikibooks Indonesia, sumber buku teks bebas berbahasa Indonesia
< Subjek:Kimia Langsung ke: navigasi, cari Asam dalam pelajaran kimia adalah senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Basa adalah senyawa kimia yang menyerap ion hydronium ketika dilarutkan dalam air. Garam dalam pelajaran kimia adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion), sehingga membentuk senyawa netral (tanpa bermuatan). Asam Daftar isi [sembunyikan] * 1 Jenis-jenis asam o 1.1 Contoh bahan yang mengandung asam o 1.2 Sifat asam + 1.2.1 Hujan asam + 1.2.2 Reaksi asam # 1.2.2.1 Reaksi asam dengan logam # 1.2.2.2 Reaksi asam dengan senyawa karbonat # 1.2.2.3 Reaksi asam dengan oksida logam o 1.3 Basa + 1.3.1 Jenis-jenis basa + 1.3.2 Sifat-sifat basa + 1.3.3 pH # 1.3.3.1 Alat pengukur # 1.3.3.2 Tingkat keasaman # 1.3.3.3 Warna standar indikator [sunting] Jenis-jenis asam * Asam askorbat * Asam karbonat * Asam sitrat * Asam etanoat * Asam laktat * Asam klorida * Asam nitrat * Asam fosfat * Asam sulfat [sunting] Contoh bahan yang mengandung asam Jenis asam Kuat / lemah Terdapat pada Asam askorbat Lemah Buah-buahan Asam karbonat Lemah Minuman berkarbonat Asam sitrat Lemah Jeruk Asam etanoat Lemah Cuka Asam laktat Lemah Susu basi Asam klorida Kuat Lambung Asam nitrat Kuat Pupuk Asam fosfat Kuat Cat anti karat Asam sulfat Kuat Aki [sunting] Sifat asam * Mempunyai rasa asam dan bersifat korosif. * Dapat mengubah warna kertas lakmus biru menjadi kertas lakmus merah. * Menghantarkan arus listrik * Bereaksi dengan logam [sunting] Hujan asam Akibat yang ditimbulkan oleh hujan asam adalah: * Hujan asam dapat menyebabkan matinya hewan dan tumbuhan. * Hujan asam dapat merusak bangunan yang terbuat dari batu kapur. * Hujan asam juga merusak jembatan, bodi mobil, kapal laut dan struktur bangunan yang lain. [sunting] Reaksi asam [sunting] Reaksi asam dengan logam Asam dapat bereaksi dengan logam menghasilkan zat lain dan menghasilkan gas hidrogen. Contohnya adalah reaksi antara asam sulfat dengan logam magnesium. [sunting] Reaksi asam dengan senyawa karbonat Asam dapat bereaksi dengan senyawa karbonat menghasilkan zat lain, gas CO2 dan air. Sebagai contoh, reaksi antara kalsium karbonat dengan larutan HCl. Pada reaksi ini terbentuklah kalsium klorida. [sunting] Reaksi asam dengan oksida logam Asam dapat bereaksi dengan oksida logam menghasilkan zat lain dan air. Sebagai contoh, reaksi antara asam sulfat dengan tembaga oksida. [sunting] Basa [sunting] Jenis-jenis basa * Amonia * Kalsium hidroksida * Kalsium oksida * Magnesium hidroksida * Natrium hidroksida [sunting] Sifat-sifat basa * Mempunyai rasa pahit dan merusak kulit. Terasa licin seperti sabun bila terkena kulit. * Dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi kertas lakmus biru. * Menghantarkan arus listrik * Dapat menetralkan asam [sunting] pH [sunting] Alat pengukur Alat untuk mengukur skala keasaman atau pH adalah pH meter dan indikator universal. Skala pHnya adalah antara 0-14. Jika memakai indikator universal, maka zat yang cenderung asam cenderung berwarna merah. dan zat yang cenderung basa, cenderung ke biru atau hijau. [sunting] Tingkat keasaman 0-6,9 = asam 7 = netral 7,1-14 = basa [sunting] Warna standar indikator pH 1 = Asam pH 2 = Asam pH 3 = Asam pH 4 = Asam pH 5 = Asam pH 6 = Asam pH 7 = Netral pH 8 = Basa pH 9 = Basa pH 10 = Basa pH 11 = Basa pH 12 = Basa pH 13 = Basa pH 14 = Basa Diperoleh dari "http://id.wikibooks.org/wiki/Subjek:Kimia/Materi:Asam,_Basa,_Garam" Peralatan pribadi * Masuk log / buat akun Ruang nama * Halaman * Pembicaraan Varian Tampilan * Baca * Sunting * Versi terdahulu Tindakan * ↑ Cari Cari Navigasi * Halaman Utama * Perubahan terbaru * Halaman sembarang * Bantuan * Menyumbang * Warung kopi Cetak/ekspor * Buat buku * Unduh sebagai PDF * Versi cetak Kotak peralatan * Pranala balik * Perubahan terkait * Halaman istimewa * Pranala permanen * Halaman ini terakhir diubah pada 12
Kamis, 17 Maret 2011
KIMIA
Subjek:Kimia/Materi:Asam, Basa, Garam
Dari Wikibooks Indonesia, sumber buku teks bebas berbahasa Indonesia
< Subjek:Kimia Langsung ke: navigasi, cari Asam dalam pelajaran kimia adalah senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Basa adalah senyawa kimia yang menyerap ion hydronium ketika dilarutkan dalam air. Garam dalam pelajaran kimia adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion), sehingga membentuk senyawa netral (tanpa bermuatan). Asam Daftar isi [sembunyikan] * 1 Jenis-jenis asam o 1.1 Contoh bahan yang mengandung asam o 1.2 Sifat asam + 1.2.1 Hujan asam + 1.2.2 Reaksi asam # 1.2.2.1 Reaksi asam dengan logam # 1.2.2.2 Reaksi asam dengan senyawa karbonat # 1.2.2.3 Reaksi asam dengan oksida logam o 1.3 Basa + 1.3.1 Jenis-jenis basa + 1.3.2 Sifat-sifat basa + 1.3.3 pH # 1.3.3.1 Alat pengukur # 1.3.3.2 Tingkat keasaman # 1.3.3.3 Warna standar indikator [sunting] Jenis-jenis asam * Asam askorbat * Asam karbonat * Asam sitrat * Asam etanoat * Asam laktat * Asam klorida * Asam nitrat * Asam fosfat * Asam sulfat [sunting] Contoh bahan yang mengandung asam Jenis asam Kuat / lemah Terdapat pada Asam askorbat Lemah Buah-buahan Asam karbonat Lemah Minuman berkarbonat Asam sitrat Lemah Jeruk Asam etanoat Lemah Cuka Asam laktat Lemah Susu basi Asam klorida Kuat Lambung Asam nitrat Kuat Pupuk Asam fosfat Kuat Cat anti karat Asam sulfat Kuat Aki [sunting] Sifat asam * Mempunyai rasa asam dan bersifat korosif. * Dapat mengubah warna kertas lakmus biru menjadi kertas lakmus merah. * Menghantarkan arus listrik * Bereaksi dengan logam [sunting] Hujan asam Akibat yang ditimbulkan oleh hujan asam adalah: * Hujan asam dapat menyebabkan matinya hewan dan tumbuhan. * Hujan asam dapat merusak bangunan yang terbuat dari batu kapur. * Hujan asam juga merusak jembatan, bodi mobil, kapal laut dan struktur bangunan yang lain. [sunting] Reaksi asam [sunting] Reaksi asam dengan logam Asam dapat bereaksi dengan logam menghasilkan zat lain dan menghasilkan gas hidrogen. Contohnya adalah reaksi antara asam sulfat dengan logam magnesium. [sunting] Reaksi asam dengan senyawa karbonat Asam dapat bereaksi dengan senyawa karbonat menghasilkan zat lain, gas CO2 dan air. Sebagai contoh, reaksi antara kalsium karbonat dengan larutan HCl. Pada reaksi ini terbentuklah kalsium klorida. [sunting] Reaksi asam dengan oksida logam Asam dapat bereaksi dengan oksida logam menghasilkan zat lain dan air. Sebagai contoh, reaksi antara asam sulfat dengan tembaga oksida. [sunting] Basa [sunting] Jenis-jenis basa * Amonia * Kalsium hidroksida * Kalsium oksida * Magnesium hidroksida * Natrium hidroksida [sunting] Sifat-sifat basa * Mempunyai rasa pahit dan merusak kulit. Terasa licin seperti sabun bila terkena kulit. * Dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi kertas lakmus biru. * Menghantarkan arus listrik * Dapat menetralkan asam [sunting] pH [sunting] Alat pengukur Alat untuk mengukur skala keasaman atau pH adalah pH meter dan indikator universal. Skala pHnya adalah antara 0-14. Jika memakai indikator universal, maka zat yang cenderung asam cenderung berwarna merah. dan zat yang cenderung basa, cenderung ke biru atau hijau. [sunting] Tingkat keasaman 0-6,9 = asam 7 = netral 7,1-14 = basa [sunting] Warna standar indikator pH 1 = Asam pH 2 = Asam pH 3 = Asam pH 4 = Asam pH 5 = Asam pH 6 = Asam pH 7 = Netral pH 8 = Basa pH 9 = Basa pH 10 = Basa pH 11 = Basa pH 12 = Basa pH 13 = Basa pH 14 = Basa Diperoleh dari "http://id.wikibooks.org/wiki/Subjek:Kimia/Materi:Asam,_Basa,_Garam" Peralatan pribadi * Masuk log / buat akun Ruang nama * Halaman * Pembicaraan Varian Tampilan * Baca * Sunting * Versi terdahulu Tindakan * ↑ Cari Cari Navigasi * Halaman Utama * Perubahan terbaru * Halaman sembarang * Bantuan * Menyumbang * Warung kopi Cetak/ekspor * Buat buku * Unduh sebagai PDF * Versi cetak Kotak peralatan * Pranala balik * Perubahan terkait * Halaman istimewa * Pranala permanen * Halaman ini terakhir diubah pada 12:47, 14 Oktober 2010.
Dari Wikibooks Indonesia, sumber buku teks bebas berbahasa Indonesia
< Subjek:Kimia Langsung ke: navigasi, cari Asam dalam pelajaran kimia adalah senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Basa adalah senyawa kimia yang menyerap ion hydronium ketika dilarutkan dalam air. Garam dalam pelajaran kimia adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion), sehingga membentuk senyawa netral (tanpa bermuatan). Asam Daftar isi [sembunyikan] * 1 Jenis-jenis asam o 1.1 Contoh bahan yang mengandung asam o 1.2 Sifat asam + 1.2.1 Hujan asam + 1.2.2 Reaksi asam # 1.2.2.1 Reaksi asam dengan logam # 1.2.2.2 Reaksi asam dengan senyawa karbonat # 1.2.2.3 Reaksi asam dengan oksida logam o 1.3 Basa + 1.3.1 Jenis-jenis basa + 1.3.2 Sifat-sifat basa + 1.3.3 pH # 1.3.3.1 Alat pengukur # 1.3.3.2 Tingkat keasaman # 1.3.3.3 Warna standar indikator [sunting] Jenis-jenis asam * Asam askorbat * Asam karbonat * Asam sitrat * Asam etanoat * Asam laktat * Asam klorida * Asam nitrat * Asam fosfat * Asam sulfat [sunting] Contoh bahan yang mengandung asam Jenis asam Kuat / lemah Terdapat pada Asam askorbat Lemah Buah-buahan Asam karbonat Lemah Minuman berkarbonat Asam sitrat Lemah Jeruk Asam etanoat Lemah Cuka Asam laktat Lemah Susu basi Asam klorida Kuat Lambung Asam nitrat Kuat Pupuk Asam fosfat Kuat Cat anti karat Asam sulfat Kuat Aki [sunting] Sifat asam * Mempunyai rasa asam dan bersifat korosif. * Dapat mengubah warna kertas lakmus biru menjadi kertas lakmus merah. * Menghantarkan arus listrik * Bereaksi dengan logam [sunting] Hujan asam Akibat yang ditimbulkan oleh hujan asam adalah: * Hujan asam dapat menyebabkan matinya hewan dan tumbuhan. * Hujan asam dapat merusak bangunan yang terbuat dari batu kapur. * Hujan asam juga merusak jembatan, bodi mobil, kapal laut dan struktur bangunan yang lain. [sunting] Reaksi asam [sunting] Reaksi asam dengan logam Asam dapat bereaksi dengan logam menghasilkan zat lain dan menghasilkan gas hidrogen. Contohnya adalah reaksi antara asam sulfat dengan logam magnesium. [sunting] Reaksi asam dengan senyawa karbonat Asam dapat bereaksi dengan senyawa karbonat menghasilkan zat lain, gas CO2 dan air. Sebagai contoh, reaksi antara kalsium karbonat dengan larutan HCl. Pada reaksi ini terbentuklah kalsium klorida. [sunting] Reaksi asam dengan oksida logam Asam dapat bereaksi dengan oksida logam menghasilkan zat lain dan air. Sebagai contoh, reaksi antara asam sulfat dengan tembaga oksida. [sunting] Basa [sunting] Jenis-jenis basa * Amonia * Kalsium hidroksida * Kalsium oksida * Magnesium hidroksida * Natrium hidroksida [sunting] Sifat-sifat basa * Mempunyai rasa pahit dan merusak kulit. Terasa licin seperti sabun bila terkena kulit. * Dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi kertas lakmus biru. * Menghantarkan arus listrik * Dapat menetralkan asam [sunting] pH [sunting] Alat pengukur Alat untuk mengukur skala keasaman atau pH adalah pH meter dan indikator universal. Skala pHnya adalah antara 0-14. Jika memakai indikator universal, maka zat yang cenderung asam cenderung berwarna merah. dan zat yang cenderung basa, cenderung ke biru atau hijau. [sunting] Tingkat keasaman 0-6,9 = asam 7 = netral 7,1-14 = basa [sunting] Warna standar indikator pH 1 = Asam pH 2 = Asam pH 3 = Asam pH 4 = Asam pH 5 = Asam pH 6 = Asam pH 7 = Netral pH 8 = Basa pH 9 = Basa pH 10 = Basa pH 11 = Basa pH 12 = Basa pH 13 = Basa pH 14 = Basa Diperoleh dari "http://id.wikibooks.org/wiki/Subjek:Kimia/Materi:Asam,_Basa,_Garam" Peralatan pribadi * Masuk log / buat akun Ruang nama * Halaman * Pembicaraan Varian Tampilan * Baca * Sunting * Versi terdahulu Tindakan * ↑ Cari Cari Navigasi * Halaman Utama * Perubahan terbaru * Halaman sembarang * Bantuan * Menyumbang * Warung kopi Cetak/ekspor * Buat buku * Unduh sebagai PDF * Versi cetak Kotak peralatan * Pranala balik * Perubahan terkait * Halaman istimewa * Pranala permanen * Halaman ini terakhir diubah pada 12:47, 14 Oktober 2010.
Rabu, 16 Maret 2011
MATERI BIOLOGI SMA KELAS XI
KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM PERNAPASAN
• Faringitis
Faringitis merupakan peradangan pada faring sehinggaa timbul rasa nyeri pada waktu menelan makan ataupun kerongkongan terasa kering . gangguan ini di sebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dan dapat juga di sebabkan terlalu banyak merokok.
• Pneumonia
Pneumonia adalah peradangan paru-paru di mana alveulus biasanya berisi cairan dan eritrosit yang berlebihan. Jenis pneumonia yang umum adalah pneumonia bakteri. Penyakit ini di mulai dengan infeksi dalam alveolus, yaitu membran paru-paru mengalami peradangan dan berlubang- lubang sehingga cairan dan eritrosit masuk ke dalam alveolus. Dengan demikian alveolus terinfeksi oleh cairan dan eritrosit. Infeksi di sebarkan oleh bakteri dari satu alveolus ke alveolus yang lain hingga dapat meluas ke seluruh lobus bahkan seluruh paru-paru.
• Emfisema Paru-paru
Emfisema paru-paru adalah jumlah udara yang berleebihandi dalam paru-paru. Bila orang membicarakan emfisema paru-paru kronik, umumnya yang di maksud adalah suatu kerusakan paru yang kompleks yang di sebabkan menghisap tembakau. Empisema paru-paru di sebabkan oleh:
• Infeksi kronik karena rokok atau bahan-bahan lain yang mengiritasi bronkus dengan serius sehingga mengacaukan mekanisme pertahanan normal saluran pernapasan;
• Infeksi akibat berlebihan mukus karena peradangan dan edema epitelbronkiolus;
• Gangguan saluran pernapasan sehingga menyebabkan kesukaran ekspirasi dan udara yang terperangkp dalam alveolus menjadi renggang.
• Asma
Asma di tandai dengan kontraksi yang kaku dari bronkiolus yang menyebabkan kesukaran bernapas. Asma biasanya di sebabkan oleh hipersensivitas bronkiolus (di sebut asma bronkiale) terhadap benda-benda asing di udara. Pada penderita di bawah usia 30 tahun, asma kira-kira 70% di sebabkaan oleh hipersensivitas alergi, terutama hipersensivitas terhadap tumbuhan. Pada penderita yang lebih tua, kira-kira 70% asma di sebabkan karena alergi pada bahan-bahan kimia dan kabut atau debu.
• Dipteri
Dipteri merupakan penykit infeksi yang di sebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptherial yang dapat menimbulkan penyumbatan pada rongga farring (faringitis) maupun laring (laringatis) oleh lendir yang di hasilkanbakteri tersebut.
• Asfiksi
Asfiksi adalah gangguan dalam pengankutan oksigen ke jaaringan yang di sebabkan terganggunya fungsi paru-par, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh. Misalnya alveolus yang terisi air karena seseorang tenggelam. Gangguan yang lain adalah keracunan karbon monoksida yang di sebabkan karena hemoglobin lebih mengikat karbon monoksida sehingga pengangkutan oksigen dalam darah berkurang.
• Tuberkulosis
Tuberkulosis merupakan penyakit spesifik yang di sebab kan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosae . Bakteri ini dapat menyerang semua organ tubuh, tetapi yang paling sering adalah paru-paru dan tulang.
Pada tuberkulosis , bakteri menyebabkan reaksi jaringan yang aneh dalam paru-paru. Daerah yang terinfeksi akan diserang oleh makrofag, sehingga daerah tersebut rusak dan akan di kelilingi oleh jaringan fibrotik untuk membentuk tonjolan ynag di sebut tuberkel. Proses ini membanu membatasi penyebaran tuberkel
Yang mengandung bakteri dalam paru-paru. Akan tetapi hampir 3% dari seluruh penderita tuberkolosis tidak terbentuk proses pembatasan (pendindingan) ini , sehingga teberkel yang berisi bakteri menyebar ke seluruh paru-paru. Pada stadium lanjut akan menyebabkan daerah fibrotik di seluruh paru- paru sehingga mengurangi jumlah jaringan paru-paru fungsional. Keaadan ini menyebabkan :
• Peningkatan kerja sebagian otot pernapasan yang berfungsi untuk pertukaran udara paru-paru;
• Mengurangi kapasitas vital dan kapasitas pernapasan;
• Mebgurangi luas permukaan membran pernapasan, yang akan meningkatkan ketebalan membran pernapasan sehingga menimbulkan penurunan kapasitas difusi paru-paru.
• Hipoksia
Hipoksia adalah kekurangan oksigen di dalam jaringan. Bila cukup berat, hipoksia dapat menyebabkan kematian sel-sel. Pada tingkat yang kuran berat akan mengakibaatkan :
• Penekanan aktivitass mental, kadang-kadang memuncak sampai koma;
• Menurunkan kapasitas kerja otot.
• Asidosis
Asidosis di sebabkan meningkatnya kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah yang menyebabkan terganggunya pernapasan.
• Sianosis
Sianosis adalah kebiruan pada kulit yang disebabkan karena jumlah hemoglobin deoksigagenisasi yang berlebihan di dalam pembuluh darah kulit, terutama dalam kapiler.
• Faringitis
Faringitis merupakan peradangan pada faring sehinggaa timbul rasa nyeri pada waktu menelan makan ataupun kerongkongan terasa kering . gangguan ini di sebabkan oleh infeksi bakteri atau virus dan dapat juga di sebabkan terlalu banyak merokok.
• Pneumonia
Pneumonia adalah peradangan paru-paru di mana alveulus biasanya berisi cairan dan eritrosit yang berlebihan. Jenis pneumonia yang umum adalah pneumonia bakteri. Penyakit ini di mulai dengan infeksi dalam alveolus, yaitu membran paru-paru mengalami peradangan dan berlubang- lubang sehingga cairan dan eritrosit masuk ke dalam alveolus. Dengan demikian alveolus terinfeksi oleh cairan dan eritrosit. Infeksi di sebarkan oleh bakteri dari satu alveolus ke alveolus yang lain hingga dapat meluas ke seluruh lobus bahkan seluruh paru-paru.
• Emfisema Paru-paru
Emfisema paru-paru adalah jumlah udara yang berleebihandi dalam paru-paru. Bila orang membicarakan emfisema paru-paru kronik, umumnya yang di maksud adalah suatu kerusakan paru yang kompleks yang di sebabkan menghisap tembakau. Empisema paru-paru di sebabkan oleh:
• Infeksi kronik karena rokok atau bahan-bahan lain yang mengiritasi bronkus dengan serius sehingga mengacaukan mekanisme pertahanan normal saluran pernapasan;
• Infeksi akibat berlebihan mukus karena peradangan dan edema epitelbronkiolus;
• Gangguan saluran pernapasan sehingga menyebabkan kesukaran ekspirasi dan udara yang terperangkp dalam alveolus menjadi renggang.
• Asma
Asma di tandai dengan kontraksi yang kaku dari bronkiolus yang menyebabkan kesukaran bernapas. Asma biasanya di sebabkan oleh hipersensivitas bronkiolus (di sebut asma bronkiale) terhadap benda-benda asing di udara. Pada penderita di bawah usia 30 tahun, asma kira-kira 70% di sebabkaan oleh hipersensivitas alergi, terutama hipersensivitas terhadap tumbuhan. Pada penderita yang lebih tua, kira-kira 70% asma di sebabkan karena alergi pada bahan-bahan kimia dan kabut atau debu.
• Dipteri
Dipteri merupakan penykit infeksi yang di sebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptherial yang dapat menimbulkan penyumbatan pada rongga farring (faringitis) maupun laring (laringatis) oleh lendir yang di hasilkanbakteri tersebut.
• Asfiksi
Asfiksi adalah gangguan dalam pengankutan oksigen ke jaaringan yang di sebabkan terganggunya fungsi paru-par, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh. Misalnya alveolus yang terisi air karena seseorang tenggelam. Gangguan yang lain adalah keracunan karbon monoksida yang di sebabkan karena hemoglobin lebih mengikat karbon monoksida sehingga pengangkutan oksigen dalam darah berkurang.
• Tuberkulosis
Tuberkulosis merupakan penyakit spesifik yang di sebab kan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosae . Bakteri ini dapat menyerang semua organ tubuh, tetapi yang paling sering adalah paru-paru dan tulang.
Pada tuberkulosis , bakteri menyebabkan reaksi jaringan yang aneh dalam paru-paru. Daerah yang terinfeksi akan diserang oleh makrofag, sehingga daerah tersebut rusak dan akan di kelilingi oleh jaringan fibrotik untuk membentuk tonjolan ynag di sebut tuberkel. Proses ini membanu membatasi penyebaran tuberkel
Yang mengandung bakteri dalam paru-paru. Akan tetapi hampir 3% dari seluruh penderita tuberkolosis tidak terbentuk proses pembatasan (pendindingan) ini , sehingga teberkel yang berisi bakteri menyebar ke seluruh paru-paru. Pada stadium lanjut akan menyebabkan daerah fibrotik di seluruh paru- paru sehingga mengurangi jumlah jaringan paru-paru fungsional. Keaadan ini menyebabkan :
• Peningkatan kerja sebagian otot pernapasan yang berfungsi untuk pertukaran udara paru-paru;
• Mengurangi kapasitas vital dan kapasitas pernapasan;
• Mebgurangi luas permukaan membran pernapasan, yang akan meningkatkan ketebalan membran pernapasan sehingga menimbulkan penurunan kapasitas difusi paru-paru.
• Hipoksia
Hipoksia adalah kekurangan oksigen di dalam jaringan. Bila cukup berat, hipoksia dapat menyebabkan kematian sel-sel. Pada tingkat yang kuran berat akan mengakibaatkan :
• Penekanan aktivitass mental, kadang-kadang memuncak sampai koma;
• Menurunkan kapasitas kerja otot.
• Asidosis
Asidosis di sebabkan meningkatnya kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah yang menyebabkan terganggunya pernapasan.
• Sianosis
Sianosis adalah kebiruan pada kulit yang disebabkan karena jumlah hemoglobin deoksigagenisasi yang berlebihan di dalam pembuluh darah kulit, terutama dalam kapiler.
Langganan:
Postingan (Atom)